Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Ttg Segalanya yg Mampu Diungkapkan


Blog EntryJun 26, '10 6:52 AM
for everyone

Merry Wahyuningsih - detikHealth


img
Ilustrasi (Foto: astrology.com)
Jakarta, Setidaknya enam jam per hari tubuh mengalami sistem 'shutdown' untuk sementara waktu alias tidur. Tapi berapa banyak yang Anda ketahui tentang tidur? Mengapa tubuh butuh tidur dan apa yang terjadi pada tubuh selama tidur?

Dilansir dari Health24, Sabtu (26/6/2010), berikut beberapa fakta menarik seputar tidur:

1. Tahapan tidur
Selama tidur malam, ada lima tahapan tidur yang berbeda dan berbeda satu sama lain, yaitu:
- Tahap 1 (5-10 menit pertama), yaitu masa transisi antara sadar dan tidur.
- Tahap 2 (sekitar 20 menit), suhu tubuh mulai menurun dan detak jantung mulai melambat.
- Tahap 3 merupakan masa transisi antara tidur ringan dan tidur yang sangat dalam.
- Tahap 4 (sekitar 30 menit), yaitu tidur nyenyak yang berlangsung. Mengompol dan tidur sambil berjalan biasanya terjadi pada akhir tahap 4.
- Tahap 5, kebanyakan mimpi terjadi pada tahap 5 yang dikenal sebagai tidur gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM). Tidur REM ditandai dengan gerakan mata, meningkatnya laju respirasi dan aktivitas otak, serta otot-otot menjadi lebih rileks.

2. Ketika tidur nyenyak, napas, denyut jantung dan tekanan darah mencapai tingkat terendah sepanjang hari.
3. Rata-rata orang terbangun sekitar enam kali per malam.
4. Dalam waktu 24 jam dari jam biologi tubuh, waktu paling 'down' adalah jam 1-6 pagi, kemudian 3 jam setelah makan siang.
5. Otot-otot tubuh menjadi lumpuh ketika tidur
6. Suhu tubuh turun di pagi hari, mencapai rendah di sekitar jam 4 pagi dan kemudian naik lagi sebelum fajar.
7. Para peneliti tidak pernah bisa setuju persis mengapa tubuh butuh tidur, kecuali untuk memulihkan tubuh dan otak.
8. Perempuan dan orangtua paling sering menderita insomnia
9. Bahkan ketika tidur sangat mendalam, masih ada bagian tubuh yang menangkap suara dan sinyal dari 'dunia' sekitar. Itu sebabnya mengapa orangtua terbangun ketika bayi menangis, tetapi mereka tidak mendengar 'lolongan' angin tenggara.
10. Selama bermimpi, pola otak sama dengan ketika sedang melakukan latihan saat terjaga.
11. Lebih susah membangunkan anak kecil ketimbang orang dewasa, dan biasanya anak akan tampak bingung dan tidak ingat apa-apa ketika bangun.

(mer/ir

sumber : detik

Blog EntryMay 29, '10 10:26 PM
for everyone

Sabtu, 29 Mei 2010 | 03:57 WIB

Aksi Brutal Pengendara Bermotor Merajalela

Sebagai warga Jakarta, sudah beberapa tahun terakhir ini saya merasakan ancaman begitu keluar dari rumah, baik berjalan kaki maupun berkendaraan bermotor. Berjalan di trotoar tidak berarti aman dari ancaman karena para pengendara sepeda motor tidak segan-segan meneror di atas trotoar.

Agar tidak waswas, berjalan menentang arah arus kendaraan sehingga dapat mengantisipasi datangnya teror dari depan. Bila berkendaraan mobil, harus siap menghadapi ancaman sepeda motor yang tiba-tiba memotong arah kendaraan. Bila akan berbelok, lampu peringatan (sign) seolah tidak berguna karena para pengendara sepeda motor ataupun mobil pada umumnya pantang menginjak rem.

Lampu lalu lintas menyala hijau tidak berarti aman. Kewaspadaan harus tetap dijaga karena masih ada saja ancaman dari pengendara kendaraan bermotor yang tiba- tiba nyelonong. Dalam keadaan kendaraan berjalan lambat karena kemacetan atau bahkan berhenti, ancaman tidak berarti berakhir. Kendaraan masih terancam tergores atau penyok baik di bagian depan, belakang, atau samping.

Ada celah di antara kendaraan, akan selalu dicoba untuk disisipi pengendara sepeda motor. Jangan membuat celah yang tanggung. Kalau mau memberi jalan, beri jalan yang cukup lapang. Bila tidak, pepetkan kendaraan dengan kendaraan di samping dan di depan. Polisi sampai saat ini membiarkan aksi brutal di jalanan, dan terus berlangsung.
Koen Soelistijo Jalan Buana Pesanggrahan IV, Cinere, Depok

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/29/03572781/redaksi.yth



Kinetika Kimia untuk Menentukan Laju
Transformasi Indonesia
Nicholaus Prasetya
|  18 Mei 2010  |  10:46
.
Pada bidang studi kimia dipelajari mengenai kinetika kimia, yakni yang menjelaskan apa saja yang memengaruhi kecepatan terjadinya sehingga reaktan bisa berubah menjadi produk.


Jika reaksi-reaksi yang terjadi merupakan sebuah reaksi sederhana, maka laju reaksinya akan sebanding dengan reaktan yang dipangkatkan dengan koefisien-koefisiennya. Namun hal yang berbeda akan terjadi jika yang terjadi bukanlah sebuah rekasi sederhana melainkan reaksi kompleks.


Reaksi kompleks pada umunya berjalan melalui berbagai tahapan reaksi sederhana. Setiap satu reaksi kompleks pasti memiliki lebih dari satu reaksi sederhana dan pada reaksi kompleks ini lajunya akan dipengaruhi oleh reaksi sederhana yang memiliki laju paling lambat. Hal ini terjadi karena reaksi-reaksi sederhana lainnya yang memiliki laju lebih cepat dianggap tidak begitu memengaruhi laju reaksi sederhana yang lambat, sehingga waktu keseluruhan untuk bereaksi didapat dari waktu untuk laju reaksi sederhana terlama.


Proses transformasi menuju Indonesia yang lebih baik pun juga terdiri dari beberapa reaksi sederhana. Oleh karena itu, dapat diasumsikan juga bahwa kecepatan transformasi menuju Indonesia yang lebih baik akan sangat ditentukan dari reaksi sederhana yang memiliki laju terlama. Jika laju terlama itu berada pada perubahan hal buruk menjadi hal baik maka transformasi akan berjalan mulus. Namun jika yang terjadi sebaliknya, maka transormasi Indonesia menjadi lebih baik akan berjalan amat lama. Maka dari itu, pekerjaan selanjutnya adalah menganalisis manakah dari reaksi-reaksi sederhana itu yang menjadi penentu laju transformasi Indonesia saat ini.


Transformasi moralitas


Kenaikan gaji para pejabat negara merupakan salah satu bentuk kebijakan untuk membuat Indonesia lebih baik dengan asumsi bahwa kinerja mereka akan lebih baik nantinya. Wacana kenaikan gaji ini pun berlangsung cepat, yakni berkisar pada waktu setelah pelantikan Presiden RI setelah pemilu 2009 kemarin. Remunerasi yang dilakukan oleh Kemenkeu juga menunjukkan betapa cepatnya kenaikan gaji dilaksanakan. Oleh karena itu, kenaikan gaji bisa digolongkan sebagai sebuah reaksi yang cepat.


Demokrasi yang terjadi di Indonesia pun merupakan sebuah reaksi yang cepat. Hal ini ditandai dengan pemilihan presiden dan wakilnya secara langsung, adanya kebebasan pers, serta masyarakat yang semakin turut aktif dalam mengkritisi pemerintah demi mewujudkan Indonesia yang leih baik.


Hal lainnya yang dinilai sebagai sebuah reaksi cepat adalah ketika menghasilkan sebuah kebijakan yang berkaitan dengan eksploitasi alam untuk mengeruk kekayaan alam sehingga bisa meningkatkan pendapatan negara. Reaksi ini bersifat cepat dikarenakan juga karena adanya katalis berupa nuansa-nuansa politis yang tidak menutup kemungkinan adanya tindakan koruptif di dalamnya.


Setelah melihat beberapa contoh reaksi yang berlangsung cepat, kita akan melihat apa saja reaksi yang berlangsung lama yang sebenarnya menentukan laju dari transformasi Indonesia ini. Pertama adalah masalah tentang perlindungan buruh dan tenaga kerja di negeri sendiri. Kejadian di Batam kemarin mengindikasikan bahwa pemerintah Indonesia masih sangat lamban dalam melindungi tenaga kerjanya sendiri. Namun, permasalahan ini lajunya dapat dipercepat karena pemerintah mulai tanggap dengan memberlakukan peraturan-peraturan mengenai ketenagakerjaan.


Kedua dan yang terpenting adalah masalah transformasi moralitas di kalangan pejabat negara. Akhir-akhir ini rakyat Indonesia digegerkan dengan permasalahan mafia pajak, makelar kasus, korupsi, serta kasus Bank Century yang cenderung tak berujung. Hal ini mengindikasikan bahwa kualitas moral para pejabat masih sangat rendah. Parahnya lagi, hal ini sudah seperti menjadi budaya yang tidak terputuskan di kalangan pejabat negara. Korupsi telah dinilai sebagai tindakan wajar dan dengan begitu muncullah gejala demoralisasi para pejabat pemerintahan.


Melihat hal-hal di atas, maka kita bisa menilai laju transformasi Indonesia kini berada di tangan siapa. Jawabannya sudah jelas yakni berada di tangan transformasi moralitas. Reaksi pada hal ini berlangsung begitu lama bahkan bisa jadi tidak akan bisa dihentikan.


Katalis


Namun kimia tidak begitu saja menyerah ketika laju reaksi terjadi sangat lama. Ada suatu zat yang disebut katalis yang dapat mempercepat laju reaksi dengan cara mencarikan sebuah jalan lain yang lebih mudah ditempuh dengan energi aktivasi yang rendah.


Dalam masalah yang berkaitan dengan moral, maka satu-satunya katalis yang paling tepat digunakan adalah peraturan yang sangat ketat serta berat untuk menghukum para koruptor. Hukuman yang ada harus bisa menimbulkan efek jera dan rasa enggan untuk berkorupsi. Peraturan ini merupakan jalan alternatif karena remunerasi dinilai gagal membawa sebuah transformasi ke arah yang lebih baik. Yang menjadi pertanyaan adalah maukah para legislator membuat sebuah produk hukum yang menghukum koruptor dengan sangat berat? Atau jangan-jangan mereka tidak mau membuat hanya karena takut nantinya termakan dengan produk mereka sendiri?


Indonesia yang lebih baik harus dimulai dengan transformasi moral mereka yang menjalankan roda pemerintahan karena jika tidak demikian, laju transformasi Indonesia akan stagnan dan tidak akan menjadi lebih baik.


Blog EntryMay 22, '10 1:19 AM
for everyone
Islam dan Neososialis Melawan Barat
Sabtu, 22 Mei 2010 | 06:48 WIB
AFP
Ilustrasi

KOMPAS.com - Ada kesepakatan historis segitiga antara Brasil, Turki, dan Iran, Senin (17/5) di Teheran. Kesepakatan itu terkait pertukaran bahan uranium Iran ke Turki, dengan uranium dari Turki ke reaktor nuklir Iran. Kesepakatan ini menggeser konstelasi politik menyangkut isu program nuklir Iran.

Pra-kesepakatan itu, Iran berdiri sendiri menghadapi Barat. Iran sebelumnya dipaksa mengirim uranium biasa ke Rusia dan Perancis, dan kemudian kedua negara itu memasok uranium yang sudah diperkaya ke Iran.

Pasca-kesepakatan, Iran tidak lagi sendirian, melainkan bersama Brasil dan Turki menghadapi Barat. Bahkan, Brasil dan Turki kini berada di garis depan membela kesepakatan segitiga tersebut. Perbedaan pendapat antara Brasil-Turki di satu pihak dan AS-Barat di pihak lain tak terelakkan lagi.

PM Turki Recep Tayyip Erdogan, Kamis, menegaskan, Iran telah melakukan apa yang semestinya dan masyarakat internasional hendaknya menghargai apa yang dilakukan Iran.

Namun, Presiden AS Barack Obama dalam percakapan telepon dengan PM Turki Recep Erdogan menyampaikan, pembahasan rancangan sanksi baru terhadap Iran di forum DK PBB akan terus berlanjut walau ada kesepakatan segitiga itu.

Para analis dan media Timur Tengah menyorot pertarungan baru antara Brasil-Turki dan AS pasca-kesepakatan segitiga itu. Koran Turki berbahasa Inggris Turkish Weekly edisi hari Kamis menulis, keberanian Turki berbeda pendapat dengan AS soal isu nuklir Iran adalah karena kondisi ekonomi Turki yang kini sangat kuat.

Kapasitas Brasil juga tidak jauh berbeda dari Turki. Brasil di bawah Presiden Luiz Inacio Lula da Silva berhasil membangun perekonomiannya secara fantastis. Presiden Lula da Silva berlatar belakang ideologi kiri (Neososialis) leluasa berhubungan erat dengan para pemimpin anti-Barat, seperti Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan Presiden Venezuela Hugo Chavez. Kedekatan hubungan Lula da Silva dan Ahmadinejad, berandil besar pada tercapainya kesepakatan segitiga di Teheran hari Senin lalu itu.

Secara strategis, kesepakatan segitiga itu merupakan refleksi koalisi gerakan Islamis (Iran dan Turki) dan Neososialis (Brasil) melawan hegemoni Barat, serta tuntutan terbentuknya kemitraan (menolak unilateral Barat) di antara semua kekuatan di dunia ini dalam menghadapi persoalan besar. (MTH)

SUmber : http://internasional.kompas.com/read/2010/05/22/06484840/Islam.dan.Neososialis.Melawan.Barat

Blog EntryApr 1, '10 12:15 AM
for everyone
Setelah membanding-bandingkan dengan modem wireless lain berdasarkan beberapa kriteria : pulsa murah, unlimited, dan internet cepat, Hari Sabtu lalu aku meluncur ke ITC Depok buat beli modem Smart.

Modem lain memang menawarkan paket unlimited, tetapi ternyata ada quotanya misalnya 1.5GB dengan akses sekian Mbps.  Setelah kuotanya tercapai, maka kecepatannya langsung turun jadi 60 Kbps.  Yah ngak enak kan.

Smart ini lain, yaitu kita bisa pilih paket harian, mingguan atau bulanan unlimited, tidak dibatasi quota dan dengan kecepatan yang bisa kita pilih.  Misalnya paket Silver dg kecepatan download 512 Kbps Rp 5 ribu per hari, Platinum 3.1 Mbps Rp 10 ribu per hari, atau Ultimate 3.1 Mbps tetapi kecepatan uploadnya 1.8Mbps Rp 18 ribu per hari.


Kebetulan aku sudah setahun pakai Hape Smart
Haier D1200P buat modem.  Kalau cuma buat email dan FB aja sih lumayan lah dan menurut petugas Galery Smartnya rumahku dekat dengan tiang pemancarnya, yaitu msh dlm jangkauan 1-2 KM dari tiang di perumahan HBTB (Harapan baru taman Bunga) dan Rumah Sakit Meilia Cibubur.  Mantap deh.

Dan benar saja setelah kucoba modem ini, lumayan cepat.  Dan yang penting buat download unlimited lho tanpa quota sekian GB seperti modem lain.  Selama beberapa hari sudah kupakai buat download hampir 4 GB lagu, ebook, program tidak ada masalah.  Lumayannya lagi ini masih free selama 100 hari dengan kecepatan platinum.  Jadi kalau dihitung-hitung paket free ini nilainya 100 hari x Rp 10,000 per hari = jadi Rp 1 Juta !

Harga belinya adalah Rp 976ribu (Rp 888 ribu + PPN).  Kita akan dapat modem, kabel USB yg panjangnya sekitar 50 cm, kartu perdana smart yang isinya 10 ribu dengan masa berlaku 1 bulan.  Jadi bulan depan harus isi 20 rb supaya masa aktifnya bisa nambah 1 bulan lagi.

Oh iya lupa pada modem ini ada slot Micro SD uat nyimpen data.  Kemudian untuk instalasinya cukup mudah karena di dalam modem ini sudah ada installernya.  Jadi Installernya tidak ditaruh dalam CD.

Blog EntryMar 21, '10 12:16 AM
for everyone
Pernah dengar shar-e? Shar-e adalah produk pengelolaan dana dari Bank Muamalat Indonesia.. Bisa menjadi semacam tabungan. Linknya ada disini kalau ingin tahu lebih detail.

Saya senang pakai shar-e ini soalnya enak.  Enaknya apa? Tabungan di Indonesia ini dalam penggunan jaringan ATM-nya terkelompokkan ke dalam 2 (dua), yaitu yang tergabung dengan ATM BCA dan ATM Bersama.  Umumnya yang tergabung dalam ATM Bersama tidak bisa bertransaksi di ATM BCA, begitu juga sebaliknya.  Tapi shar-e bisa dua-duanya : ke ATM BCA bisa, ke ATM Bersama juga bisa.  Canggih kan?  Buat bisnis maupun kepentingan sehari-hari ini sangat berguna kalau kita bertransaksi dengan rekening dari klien, teman, saudara yang berbeda jaringan ATMnya.  Shar-e punya dua kaki.

Kelebihan lainnya apa? Kita tidak dikenakan biaya jika mengambil uang di ATM bersama dan ATM BCA.  Ada rekening bank tertentu yang juga bisa untuk jaringan ATM Prima (BCA) dan ATM bersama tapi dikenakan biaya yang cukup lumayan.  Biaya administrasi bulanannya juga murah, cuma seribu perak (kalau tidak salah) untuk saldo Rp100 ribu ke bawah. Kecuali cek saldo kita akan dikenakan biaya.  Kalau tidak mau kena biaya, cek aja pakai "Salam Muamalat"

Bagaiamana setoran dan saldonya.  Kita bisa setor di jaringan kantor pos yang udah online.  Coba bayangkan Kantor Pos kan tersebar di mana-mana jadi urusan setor cukup mudah.  Saldo minimum? Saldo minimumnya Nol rupiah.  Tapi hati-hati, kalau selama 6 bulan berutur-turut saldonya 50 ribu ke bawah, maka rekening akan ditutup otomatis.

Bagaimana cara pembukaan rekeningnya?  Tidak usah jauh-jauh tinggal datang saja ke kantor pos yang udah online lalu beli paket Shar-e seharga Rp 125 ribu.  Setelah didata (tentunya melampirkan KTP), nanti kita akan memperoleh
Satu buah Dompet, Satu buah Kartu ATM, Satu buah PIN, Satu buah TIN dan Panduan Penggunaan.  Kalau tidak salah dari Rp 125 ribu tsb maka saldo rekening kita menjadi Rp 100 ribu.


Apakah kita memperoleh buku atau rekening koran? Secara default kita tidak mendapat buku dan rekening koran.  Tapi kita bisa minta ke bank Muamalat agar dikirimkan rekening koran setiap bulan dengan dikenakan biaya.  Ini pernah saya tanyakan waktu ke cabang bank Muamalat.

Bunganya gimana? Tidak ada bunga karena ini sistem syariah.  Yang ada adalah bagi hasil yang cukup kompetitif.

Tertarik? Yang penting adalah punya dua kaki : bisa ambil, transfer ke/dari ATM BCA dan ATM bersama.  Bisa dipakai juga buat belanja yang mencantumkan "debet BCA" yangg sering saya pakai buat belanja di Indomaret atau Giant Hypermarket.


Blog EntryMar 20, '10 5:34 AM
for everyone
Namanya "Gestun" bukan getun.  Kalau "getun" dalam bahasa Jawa artinya menyesal, sedangkan "Gestun" adalah singkatan "Gesek Tunai".  Mungkin ada hubungannya juga antara gestun dan getun karena bisa dibilang bisnis ini bisa jadi bersifat tidak legal, tapi marak di masyarakat.  Jadi bisa dibilang abu-abu karena ini memanfaatkan celah atau kesempatan.

Yah baru minggu ini aku mengetahinya secara langsung.  Biasanya aku hanya membaca iklan di koran-koran saja tentang gesek tunai kartu kredit atau dana talangan dan waktu ikut teman ke salah satu mal baru melihat langsung.  Di mal-mal mereka seolah-olah toko, misalnya toko sprei tapi barangnya hampir-hampir tidak ada.  Yang ada adalah meja-meja kecil yang di atasnya terdapat alat gesek kartu kredit seperti yang digunakan toko-toko kalau kita membayar dengan kartu kredit.

Kalau kita melakukan "cash advance" atau penarikan tunai kartu kredit biasanya akan dikenakan "cash advance fee" yang nilainya sejumlah persentase tertentu dari jumlah penarikan dan minimal misalnya Rp 50,000,-.  Selain itu atas penarikan tunai ini dikenakan bunga lebih tinggi dari pada transaksi belanja dengan kartu kredit.

Nah penyelenggara gestun ini membantu menarik-kan uang tunai dan mentransfernya ke rekening kita menjadi seolah-olah kita berbelanja ke mereka.  Dengan demikian transaksinya adalah pembelanjaan, terhindar dari "cash advance fee" dan kita dikenai bunga pembelanjaan dan bukan bunga penarikan tunai.  Menarik bukan?  Biasanya kartu kita akan ditahan oleh mereka 1-2 hari. 

Selain gestun, produk yang lain adalah dana talangan.  Ceritanya begini : misalnya kita punya tagihan kartu kredit Rp 2 juta yang akan jatuh tempo.  Biasanya kan kita harus menyediakan uang Rp 2 juta buat bayar tagihan tsb.  Kalau tidak kita aka di telp Bank atau didatangi debt collector jika lewat tanggal jatuh tempo belum dibayar.  Tapi bisa lho kita cukup membayar misalnya 100 ribu dan tagihan kita terbayar.  Lho kok bisa?

Nah si penyelenggara ini membantu membayarkan tagihan kartu kita sejumlah 2juta tersebut sehingga di bank penyelenggara kartu kita dianggap sudah membayar.  Tapi di saat bersamaan dari kartu kita di-tarik lagi (seolah-olah belanja) sejumlah Rp 2 juta lagi.  Atas jasa ini kita dipungut fee misalnya 2.5% dari pembayaran.  Jadi utang kartu kredit kita tidak berkurang dong? Ya memang !  Tapi yang penting kan tagihan bulan ini sudah dibayar, jadi kita tidak didatangi debt collector? Menarik kan?

Untuk transaksi ini sama dengan di atas kartu kredit kita aka ditahan selama beberapa hari dan kita diminta melampirkan billing statement kartu kredit kita.

Berikut saya kutip "Laporan Sistem Pembayaran dan Peredaran Uang 2008" yang diterbitkan oleh Bank Indonesia tentang "Gestun" ini.

"Gesek Tunai dan Penggunaan Pengacara oleh
Pemegang Kartu Kredit

Selama tahun 2008 terjadi pula beberapa perilaku yang cukup mengganggu kelancaran penyelenggaraan kartu kredit di masyarakat. Penarikan tunai atau tunai oleh pemegang kartu pada pedagang merupakan salah satu transaksi yang dilarang pada kegiatan kartu kredit. Seharusnya pemegang kartu kredit hanya boleh berbelanja barang dan jasa pada pedagang dan tidak melakukan penarikan tunai.Penarikan tunai dengan menggunakan kartu kredithanya dapat dilakukan melalui mesin ATM yang disediakan. Meskipun nilai dan volume transaksi ini belum dapat dihitung secara tepat, namun menurut laporan dari AKKI perilaku bertransaksi seperti ini cukup marak, terutama ditujukan untuk menghindari bunga yang tinggi atas penarikan tunai melalui mesin ATM oleh pemegang kartu.

Di sisi lain, pedagang yang menyediakan fasilitas penarikan tunai juga bermaksud  mendapatkan keuntungan lebih dengan memanfaatkan selisih (spread) antara merchant discount rate dengan fee yang dikenakan untuk transaksi tunai. Fee penarikan tunai yang dikenakan ke pemegang kartu biasanya lebih tinggi dari merchant discount rate yang harus
dibayar oleh pedagang kepada acquirer. Perilaku ini apabila terus dibiarkan dapat meningkatkan exposure risiko kredit pada industri kartu kredit.

Pedagang yang nakal seringkali juga berupaya mendapatkan keuntungan dengan menawarkan dana talangan untuk membayar kredit macet pemegang kartu. Pemegang kartu hanya diminta untuk membayar cicilan setiap bulan dan menyerahkan kartu kreditnya sebagai jaminan kepada pedagang. Sementara itu,
apabila pemegang kartu lalai membayar cicilan atau wanprestasi terhadap kewajibannya kepada penerbit, maka pedagang akan langsung menggesek kartu kredit yang dijaminkan untuk membayar kekurangan cicilannya. Transaksi ini tentu saja berpotensi menambah risiko kredit macet.

Tidak hanya tawaran dari pedagang, para pengacara pemegang kartu kredit yang macet. Dengan dalih membantu menyelesaikan tunggakan pembayaran
kredit macet, pengacara secara sistematis mempengaruhi pemegang kartu untuk tidak
menyelesaikan tunggakannya. Upaya penyelesaian kredit macet yang ditawarkan pengacara sebenarnya tidak ada, mereka hanya melakukan kampanye negatif
melalui media massa untuk mempengaruhi publik tentang industri kartu kredit. Tindakan ini
dikhawatirkan akan meningkatkan exposure risiko kredit.

Penyelesaian kredit macet sebenarnya dapat ditempuh melalui mekanisme restrukturisasi kredit macet yang dimiliki oleh masing-masing penerbit. Pemegang kartu yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajibannya dapat menghubungi penerbit untuk meminta restrukturisasi, rescheduling ataupun bentuk keringanan lainnya dalam menyelesaikan kewajiban"


Blog EntryJul 18, '09 4:44 AM
for everyone
Kemarin Jumat tanggal 17 Juli 2009 pagi sebelum jam 08.00 pas jam sarapan pagi dua bom meledak di Dua hotel masing-masing Ritz-Carlton dan JW Marriott.  Bukan saja Jakarta, tetapi Indonesia bahkan dunia gempar karena peristiwa ini.

Ingatanku segera melayang ke beberapa hari kemarin, tepatnya hari Kamis tanggal 16 Juli 2009.  Saat itu sekitar jam 12.00 aku berjalan kaki di Jalan Imam Bonjol dari lampu merah dekat KPU hingga gedung BBD Plaza (sekarang kalau tidak salah gedung ini berubah nama menjadi Graha Mandiri).  Aku berjalan melewati rumah dinas duta besar Philipina.  Saat melihat rumah itu aku melamun atau tepatnya merenung : rumah ini dulu sempat kena bom, tetapi sekarang sudah pulih kembali.  Aku bersyukur sudah beberapa tahun belakangan sudah tidak ada teror bom lagi. Beberapa terpidana telah dihukum mati sehabis lebaran yang lalu.  Doktor Azahari juga sudah tewas tertembak saat penggerebekan di Malang.

Bagiku Jalan Imam Bonjol sudah tidak asing lagi, bahkan seperti hidupku sendiri.  Bagaimana tidak, aku berkantor di BBD Plaza sejak tahun 1993, saat masih ada Bank Bumi Daya disitu.  Berbagai peristiwa aku alami disini.  Peristiwa 27 Juli 1996 pun aku hadir disitu, di hari Sabtu itu aku sedang lembur di kantor.  Aku menyaksikan sampai jam 22.00 di depan UI Salemba ketika ada pembakaran ban-ban disitu.

Kemarin segera terbayang hari pengeboman rumah dinas duta besar Philipina yang terjadi 1 Agustus 2000 dulu. Saat itu kantorku sudah pindah di Gedung BNI Jalan Sudirman (tetapi hanya 3 tahun setelah itu balik ke gedung BBD Plaza lagi di Jalan Imam Bonjol).  Aku sedang makan siang di tempat-tempat makan di sekitar BNI-Hotel Shangrilla.  Saat makan itu terdengar suara seperti petir atau geledek dari jauh.  Padahal jarak antara rumah di Imam Bonjol itu dengan gedung BNI cukup jauh, tetapi suaranya sangat jelas terdengar.  Kukira itu suara ledakan atau petir biasa.  Tetapi kemudian ada informasi dari teman kantor yang sedang tugas keluar untuk bertemu klien bahwa sebuah rumah di jalan Imam Bonjol di bom.

Segera jam 17.00 aku meluncur ke lokasi kejadian yang sangat tidak asing bagiku.  Segera tampak rumah porak poranda sangat parah.  Gedung kantor pusat KPU yang berada di depannya kaca-kacanya pecah.  Gedung di sebelah KPU juga pecah kaca-kacanya.  JalanImam Bonjol ditutup sore itu.  Banyak masyarakat menonton di lokasi kejadian.  Berdasarkan catatan Kompas terbitan hari ini teror bom di kediaman duta besar Philipina tanggal 1 Agustus 2000 itu ada di urutan pertama, artinya pertama kali terjadi.

Nah kemarin hari Kamis saat di depan rumah di jalan Imam Bonjol itu aku bersyukur sekali bahwa teror bom sudah tidak ada lagi.  Siapa sangka hanya sehari setelah aku merenung, hari Jumat setelah empat tahun, terakhir 1 Oktober 2005 di Jimbaran Bali, teror bom terjadi lagi.  Apakah renunganku Kamis kemarin sebuah firasat?

Bagaimana pun teror bom kemarin menghentakkan kita semua.  Kondisi ekonomi dan keamanan yang sudah mulai stabil, tiba-tiba seperti porak poranda.  Teror bom tersebut lumayan canggih juga, tepat sasaran dan tepat waktu.   Bayangkan saja JW Marriott yang sudah pernah kena serangan, bisa kecolongan lagi.  Efek yang ditimbulkan juga sangat hebat.  Group sepak bola ternama dunia, Manchester United yang rencananya akan tiba di Indonesia dan menginap di hotel tersebut membatalkan rencananya. Padahal acara tersebut sudah dipersiapkan dengan baik, tiket sudah habis terjual.  Berbagai event acara sudah disiapkan.  Tiba-tiba musnah sudah.  Maka terkenallah Indonesia ke seluruh dunia.  

Kita berharap agar situasi keamanan pulih kembali.  Aparat kemanan diharapkan mampu mengusut tuntas masalah ini, agar kepercayaan dunia pulih kembali.  Semoga kondisi sosial ekonomi Indonesia terus membaik.

Blog EntryMay 4, '09 9:49 AM
for everyone
Dalam menghadapi dan menyelesaikan suatu masalah di organisasi atau perusahaan yang memerlukan kerjasama atau koordinasi antar bagian dtau departemen, termasuk di kantorku juga, aku sering mendengar ucapan : "yang penting bolanya sudah tidak sama kita Pak, biar yang lain melanjutkan menyelesaikan".

Menurutku menyelesaikan masalah seperti itu tidak tepat kalau disamakan dengan main bola.  Kenapa? Ya tidak sama dengan main bola.  Kalau main bola kita tidak boleh berlama-lama meng-handle bola tersebut.  Kita harus cepat-cepat mengumpankan bola tersebut ke rekan kita agar secepatnya masuk ke gawang, sehingga dalam satu sesi permainan kita bisa memasukkan sebanyak mungkin bola ke gawang lawan.

Menurutku sih penyelesaian masalah harus tuntas di bagian masing-masing sesuai dengan porsinya.  Kita tidak bisa mengerjakan sekedarnya saja agar secepatnya kita serahkan ke orang lain, hanya dengan tujuan agar kita terbebas dari masalah tersebut.

Kita harus menyelesaikan dengan tuntas sesuai dengan  bagian kita.  Apalagi jika mampu memandang masalah tersebut secara sistem (melihat secara global dan mampu memandang peran dan koordinasi antar bagian).  Jika merasa bahwa peran di bagian kita memerlukan penyelesaian yang lebih, maka kita harus tangani walaupun memerlukan waktu dan energi ekstra.

Misalnya dalam masalah yang berhubungan sistem aplikasi di kantor, kita memiliki kemampuan lebih, yaitu mampu menunjukkan bahwa akar dari masalah tersebut ternyata adalah parameter yang bekum lengkap, maka kita harus mau menganalisa dan menyajikan mengapa parameternya belum lengkap, mana yang belum lengkap, lalu perlu memberikan usulan parameter yang harus ditambahkan.  

Jadi menurutku menyelesaikan masalah kantor atau organisasi jangan di-analogikan dengan main bola, dimana kita tidak boleh lama-lama pegang bola..

Blog EntryApr 26, '09 4:55 AM
for everyone
Membaca posting blog nya Mas Agung Primanto tentang "Mereka Yang Berjasa" aku jadi teringat dosen-dosenku di Jurusan Teknologi Industri Pertanian IPB.

Aku menemukan blog nya mas Agung Primanto melalui fesbuk (facebook) setelah aku mencari teman-teman kuliah di facebook, ternyata mereka sudah "freend" dengan Mas Agung.  Beliau dulu adalah dosen muda di IPB dari laboratirum Bio Industri.  Melalui Profile Facebook nya aku memperoleh informasi bahwa beliau telah menyelesaikan PhD di bidang bioteknologi mikrobial dari Kyoto University.  Dan sekarang adalah Deputy Director PT Rajawali Nusantara.  Mas Agung melalui fesbuknya sering update status dimana beliau sering naik sepeda berangkat kerja atau di hari libur.

Sejak aku lulus kuliah sampai sekarang memang aku belum pernah lagi menginjakkan kaki di kapus Darmaga.  Melalui blog beliau lah aku mendapatkan informasi bahwa Prof. Dr. Ir. Wachjuddin Tjiptadi MS (yang kuingat mengajar tentang pengolahan produk pati/karbohidrat), Dr. Ir. Bambang Djatmiko MSc (dosen yang mengajar tentang pengolahan produk minyak dan lemak, yang paling kuingat adalah statement beliau bahwa Minyak kelapa itu tidak mengandung kolesterol.  Ya benar bahwa kolesterol itu dibentuk di dalam tubuh), Soesarsono Wijandi MSc (dosen kewirasawstaan, di saat tempat lain belum ada kuliah wiraswasta dan belum menjamur motivator-motivator spt sekarang, beliaulah motivator yang mengajarkan mahasiswa untuk memiliki jiwa wiraswasta) Beliau semua telah meninggal dunia.  Semoga segala amal beliau memperoleh pahala yang besar di sisi-NYA.

Prof. Dr. Ir. Endang Gumbira MADev yang mas Agung sebut juga seorang dosen yang sangat menarik saat memberi kuliah.  Pak Gumbira Said hampir sama dengan pak Soesarsono yang benyak memberi motivasi dan contoh-contoh kepada para mahasiswa.

Terima kasih kepada dosen-dosen saya semoga tetap gigih dalam memberikan ilmunya untuk kemajuan generai bangsa ini.  Terima kasih mas Agung yang telah mengingatkan saya kepada dosen-dosen kita.

Blog EntryFeb 23, '09 9:03 PM
for everyone
Begitu membaca koran Kompas Sabtu 18-02-2009 di sebelah halaman opini sambil minum kopi, terasa sangat menyentuh.  Bagaimana orang kebanyakan hanya bekerja berdasarkan apa yang ditugaskan saja (KPI) dan tidak berusaha memberi nilai kepada pekerjaannya.

Coba baca tulisan Herry Tjahjono yang aku copy-kan disini dari blog-nya Bp Dr. Ir. Pandji R Hadinoto, MH (mohon ijin pak karena isinya sangat berguna) :

/ Home / KOMPAS
Melihat Lebih Jauh
Sabtu, 14 Februari 2009 | 01:03 WIB
Oleh Herry Tjahjono

Ada dua kisah nyata inspiratif yang akan saya adaptasi. Pertama tentang seorang tukang pipa (plumber). Alkisah, bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman sedang pusing karena pipa keran airnya bocor, ia takut anaknya yang masih kecil terjatuh.

Setelah bertanya ke sana-kemari, ditemukan seorang tukang terbaik. Melalui pembicaraan telepon, sang tukang menjanjikan dua hari lagi untuk memperbaiki pipa keran sang bos. Esoknya, sang tukang justru menelepon sang bos dan mengucapkan terima kasih. Sang bos sedikit bingung. Sang tukang menjelaskan, ia berterima kasih sebab sang bos telah mau memakai jasanya dan bersedia menunggunya sehari lagi.

Pada hari yang ditentukan, sang tukang bekerja dan bereslah tugasnya, lalu menerima upah. Dua minggu kemudian, sang tukang kembali menelepon sang bos dan menanyakan apakah keran pipa airnya beres. Namun, ia juga kembali mengucapkan terima kasih atas kesediaan sang bos memakai jasanya. Sebagai catatan, sang tukang tidak tahu bahwa kliennya itu adalah bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman.

Cerita belum tamat. Sang bos demikian terkesan dengan sang tukang dan akhirnya merekrutnya. Tukang itu bernama Christopher L Jr dan kini menjabat GM Customer Satisfaction & Public Relation Mercedes Benz.

Dalam sebuah wawancara, Christopher menjawab, ia melakukan semua itu bukan sekadar tuntutan after sales service atas jasanya sebagai plumber. Jauh lebih penting, ia selalu yakin tugas utamanya bukanlah memperbaiki pipa bocor, tetapi keselamatan dan kenyamanan orang yang memakai jasanya. Christopher melihat lebih jauh dari tugasnya.

Kisah lain                                                                                         

Ada juga kisah dari teman saya, James Gwee, tentang Mr Lim yang sudah tua dan bekerja ”hanya” sebagai door checker (memeriksa engsel pintu kamar hotel) di sebuah hotel berbintang lima di Singapura. Puluhan tahun ia jalankan pekerjaan membosankan itu dengan sungguh- sungguh, tekun, dan sebaik-baiknya.

Ketika ditanya apakah ia tak bosan dengan pekerjaan menjemukan itu, Mr Lim mengatakan, yang bertanya adalah orang yang tidak mengerti tugasnya. Bagi Mr Lim, tugas utamanya bukanlah memeriksa engsel pintu, tetapi memastikan keselamatan dan menjaga nyawa para tamu.

Dijelaskan, mayoritas tamu hotelnya adalah manajer senior dan top manajemen. Jika terjadi kebakaran dan ada engsel pintu yang macet, nyawa seorang manajer senior taruhannya. Jika ia meninggal, sebagai decision maker, perusahaannya akan menderita. Jika perusahaannya menderita dan misalnya bangkrut, sekian ribu karyawannya akan menderita. Belum lagi keluarganya, termasuk anak istri manajer itu. Demikian jauh pandangan Mr Lim, dan ia bukan sekadar door checker.

Beberapa pelajaran

Christopher L Jr dan Mr Lim relatif manusia sejenis. Keduanya bukan kelas manusia sedang atau biasa (good people). Mereka jenis ”manusia besar atau manusia berlebih” (great people) meski jabatan atau pekerjaan formal di suatu saat demikian ”rendah dan biasa saja”. Sikap mental mereka jauh lebih tinggi dari jabatan dan pekerjaan formalnya.

Dua kisah itu memberikan beberapa pelajaran berharga.

Pertama, untuk menjadi manusia besar tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis seseorang mengerjakan tugasnya. Kemampuan dan kompetensi teknis (hard competence) boleh sama atau biasa saja, tetapi sikap mental atau soft competence yang lebih akan menentukan seseorang menjadi manusia besar atau tidak.

Kedua, untuk bisa mempunyai soft competence dimaksud, kita perlu berontak dan bangun dari tidur panjang selama ini, keluar dari zona nyaman good. Sebagai manusia minimalis, pekerja atau pemimpin apa adanya (yang penting job description dijalankan), target kerja atau key performance indicator (KPI) tercapai, beres! Itulah tipikal manusia biasa saja. Upaya ini memerlukan pengorbanan diri sebab hanya dengan menjadi good people seperti selama ini saja, toh tak ada yang mengusik kita, tetap bisa bekerja dengan nyaman, dan seterusnya. Maka, pemberontakan untuk bebas dari kondisi good people itu harus dari diri sendiri dulu. Ingat petuah Jim Collins, good is the enemy of great.

Ketiga, langkah lebih konkret selanjutnya adalah sikap mental untuk ”melihat lebih”! Christopher L Jr plumber yang ingin memastikan kliennya nyaman dan selamat. Mr Lim door checker yang ingin menjamin tamu hotelnya terjaga nyawanya dari bahaya kebakaran. Melihat lebih jauh, beyond the job!

Keempat, setelah mampu melihat lebih, barulah kita mampu ”memberi lebih” (giving more). Hanya dengan melihat lebih dan memberi lebih, kita mampu menjadi manusia besar yang tidak hanya bekerja sebatas KPI. Kita akan mampu bekerja dengan memberikan key values indicator (KVI), nilai-nilai lebih, mulia, unggul, berguna bagi setiap pengguna atau penikmat hasil kerja kita. Itulah Christopher L Jr dan Mr Lim.

Rindu pemimpin besar

Betapa bangsa ini rindu seorang pemimpin hasil pemilu yang layak disebut pemimpin besar, great leader. Mereka yang kini sedang giat berkompetisi dan perang iklan dengan saling sorot KPI masing-masing.

Perhatikan dengan saksama, maka segenap janji kampanye, termasuk realisasinya, konteksnya masih sebatas pemenuhan KPI. Ini berlaku baik bagi yang masih berkuasa maupun mantan dan juga calon yang baru. Semua bicara tentang KPI kepemimpinan, belum menyentuh KVI kepemimpinan.

Para pemimpin dan bahkan kita semua demikian bangga dan terpesona sendiri saat mampu memenuhi ”KPI kehidupan” kita masing-masing, yang biasanya memang bersifat kuantitatif, materiil, dan mudah diukur.

Padahal, untuk menjadi great people, great leader, great father, great manager, dan seterusnya, lebih diperlukan kemampuan mempersembahkan ”KVI kehidupan” kita, yang biasanya justru tidak mudah diukur. Bangsa ini sangat memerlukan Christoper L Jr dan Mr Lim sebanyak mungkin dan sesegera mungkin.

Sebagai catatan akhir, seorang office boy yang mampu mempersembahkan KVI nilainya tak kalah dengan seorang CEO yang hanya memberikan KPI-nya. Jika kita ”mau” melihat lebih jauh, kita akan ”mampu” melangkah lebih jauh.

Herry Tjahjono Corporate Culture Therapist & President The XO Way, Jakarta




Tulisan ini juga menjadi perhatian beberapa blog seperti :
Blog Dian Sastrowardoyo
Yalun Wordpress
Jakarta 45


Blog EntryJan 31, '09 12:23 PM
for everyone
Di kantorku ada yang namanya Pak Sasmita, panggilannya Pak Sas.  Teman kantorku dulu juga namanya Sastra, dipanggil Sas.   Tapi bukannya Sas mereka ini yang mau kutuliskan disini.

Ya aku lagi belajar SAS.  Apa sih hebatnya? Dipakai buat apa saja sih SAS itu? Susah atau tidak sih mempelajarinya? Nah perkembangan hasil belajarku akan selalu kucoba untuk dituliskan disini.  Aku pernah lihat blog di Barat sana seorang cewek yang lagi belajar paket program akuntansi menuliskan hasil belajar mandirinya lewat blog.  Bisa dibilang aku meniru dia ini.  Semoga aku bisa konsisten menuliskan hal ini.

Kata Stephen McDaniel dan Chris Hemedinger (di Negara sana) kehidupan kita sehari-hari terkena sentuhan SAS.  Kita tidak melihat SAS secara langsung, seperti gravitasi kita merasakan gaya yang tak tampak tetapi mempengaruhi kehidupan.  Kalau kita menerima surat penawaran kartu kredit, bisa jadi itu adalah hasil kerja SAS.  Penentuan harga produk yang dijual pada minggu ini, rate asuransi jiwa yang harus dibayar, atau analisis di belakang percobaan obat perusahaan farmasi, semuanya ditentukan oleh orang=orang yang menggunakan SAS.

Menurut Ron Cody SAS memang dulunya sekitar akhir 1960-an dan awal 1970-an merupakan paket statistic (SAS - Statistical Analysis System).  Yang kupahami sebelum belajar ini memang begitu.  Dulu waktu kuliah di IPB, Statistik adalah ilmu utama yang diajarkan disana, karena di kampus seperti ini kita memang berkutat dengan penelitian-penelitian yang tentunya kita menggunakan alat, yaitu statistik.  Misalnya penelitian waktu aku bersama teman-teman satu tim ikut lomba "Lomba Karya Inovatif Produkti" (LKIP) tingkat nasional denga  judul "Pemanfaatan Tongkol Jagung Menjadi Sirup Glukosa".  Kita melakukan percobaan : menganalisa pengaruh banyaknya enzim, lamanya inkubasi dan tingkat kehalusan tongkol jagung terhadap glukosa yang dihasilkan.  Nah penelitian ini tentu pakai statistik.  Jadi di IPB kita sudah tidak asing lagi dengan statistik dan paket-paket statistic seperti Mathlab atau SPSS.

Tetapi ternyata SAS sekarang adalah "Kumpulan modul yang digunakan untuk mengolah dan menganalisa data"  Tidak seperti paket statistik lainnnya, kata Cody SAS juga sangat powerful, merupakan bahasa pemrograman general purpose.  Wah menarik nih.  Aku pernah belajar statistik dan sekarang hoby bikin program bisa digabung disini.  Kata Cody SAS merupakan software utama pada industry farmasi dan kebanyakan perusahaan-perusahaan fortune 500 (perusahaan iklan kali ya?).  Pada tahun-tahun terakhir SAS telah ditingkatkan menjadi tool dan program data mining untuk pengembangan web dan analisis.  Kata orang bank-bank besar dan bank-bank asing menggunakan SAS buat MIS nya.   Kalau bisa SAS kayaknya dianggap orang hebat dan gajinya gede.  Makin menarik, siapa sih yang tidak mau gaiji gede.  Emang hebatnya apa?  Seberapa susah dipelajari?  Dibanding belajar Delphi, Java tau PHP bagaimana?  Selama ini aku mempelajari program komputer tanpa guru tanpa kursus.  Harusnya program ini juga bisa dong.

Sebagai paket untuk pengolahan data SAS tentu memiliki kemampuan "data summarizing and reporting".  Tetapi ternyata SAS juga terkenal dengan kemampuan analitiknya.  (Oh pantes ya di bank ada bagian yang namanya Risk Analitycs, rupanya dari sini kali asal muasalnya). 

Beberapa contoh pertanyaan yang bisa dijawab dengan SAS :

  1. Apakah rata-rata penjualan wilayah barat lebih baik dari penjualan di wilayah timur?
  2.  Apakah pelanggan yang membeli permen karet kita membelanjakan lebih banyak uang di pengecer dari pada yang tidak berbelanja di pengecer?.
  3. Faktor demografis pelanggan manakah yang berguna untuk memperidiksi tingkat penerimaan pelanggan terhadap pemasaran langsung?
  4. Rumah sakit ingin memprediksi lamanya pasien menginap berdasarkan pernyataan dokter dan perawat yang terekam dalam database.

Sekarang kan lagi jamannya pemilu.  Pikir-pikir kayaknya SAS bisa dipakai oleh Partai Politik dalam strategi mereka berkampanye dan meraih jumlah pemilih sebanyak-banyaknya.  Dengan dukungan litbang, database dan analisis yang tepat mereka bisa membuat strategi lebih baik.  Janagan seperti sekarang, masing-masing caleg mempromosikan dirinya sendiri melalui pemasangan foto-foto di berbagai tempat.  Kita jadinya pusing melihat banyaknya gambar-gambar bertebaran di berbagai tempat.

SAS software pada awalnya dikembangkan oleh sekelompok orang di North Carolina University (NCSU) pada akhir 1960-an dan awal 1970-an.  Mereka saat ini masih ada di SAS (sebuah perusahaan) sebagai pemilik atau eksekutif.  Para pionor SAS tersebut dilatih sebagai ahli statistik atau matematika dan mengembangkan bahasa SAS untuk secara spesifik membantu berbagai eksperiman ilmiah yang dilaksanakan di NCSU dan berbagai universitas riset lainnya.

Informasi tentang SAS ada di website http://support.sas.com

Kata Pak Cody kalau kita belajar SAS sendiri, maka direkomendasikan memakai "SAS Learning Edition 4.1"  Harganya tidak terlalu mahal dan ditujukan khusus untuk pelajar yang akan belajar SAS.  Tetapi trial nya ada tidak ya?  Nanti buka websitenya dulu deh.


LinkJan 31, '09 11:17 AM
for everyone
Link: http://syafrianto.blogspot.com

Disini banyak informasi perpajakan yang ditulis oleh ahlinya.

Photo AlbumTergusur rencana Tol CIJAGO (Cinere Jagorawi)Dec 31, '08 5:41 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Rencana tol Cijago (Cinere Jagorawi) sudah mulai berjalan. Rumah-rumah di sepanjang jalan raya gas Alam Depok ke arah Tol Jagorawi sudah mulai banyak yang dibongkar oleh pemiliknya. Yang ada disini adalah rumah-rumah tetanggaku yang sudah dibongkar. Pemiliknya pindah ke tempat lain. Ada yang masih di dekat rumah sebelumnya, ada juga yang jauh. Ada juga spanduk protes dari warga kelurahan harjamukti yang menginginkan ganti untung. Mungkinkah rumahku akan tergusur juga pada tahap berikutnya? Lihatlah pohon-pohon yang teduh dan kucing yang sedang santai, akankah tergusur juga. Jadi ingat lagunya Iwan Fals : Di kamar ini aku dilahirkan. Di balai bambu buatan ayahku.......... terdengar sebuah rencana oleh serakahnya kota..... terlihat murung wajah pribumi.....

LinkDec 31, '08 5:29 AM
for everyone
Link: http://www.ortax.org/ortax/?mod=aturan#

Link ini sangat berguna kalau kita akan mencari peraturan perpajakan. Semoga bermanfaat

The Doric Temple menulis "Do all great programmers start young?"
Disana ditulis pengalaman beberapa orang bahwa ternyata mereka memulai membuat program saat usia muda, sekitar 12 atau 13 tahun.  Dia sendiri mencoba menulis program saat usia 12 jalan ke 13 tahun.

Kalau saya mulai membuat program saat kuliah tingkat 2 atau 3 di IPB Bogor, sekitar tahun 1987-1988, yaitu belajar Basic.  Pada liburan semester tahun 1988 ada kursus pemrograman Dbase III Plus.  Sejak itu jadi tertarik dalam pembuatan program database sampai sekarang..


Photo AlbumDelphiDec 7, '08 3:50 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Aku punya kucing, namanya Pussa. Dia sering nyambut aku kalau pulang kerja. Kalau lagi di rumah ya seperti ini. Lagi coding Delphi dia nemenin dg tiduran di Bukunya Marco Cantu. Sori Bukunya bajakan, habis beli yang asli nggak tau tempatnya sih....

Blog EntryFeb 11, '08 3:33 AM
for everyone

Pas lagi ke Warnet aku nemuin software untuk membaca gambar yang portable dan free.  Namanya FasStone Image Viewer.  Alamatnya ada di www.FastStone.org.  menurutku sih programnya bagus juga.

Berikut penjelasannya :
A fast, stable, user-friendly image browser, converter and editor. It has a nice array of features that include image viewing, management, comparison, red-eye removal, emailing, resizing, cropping and color adjustments. Its innovative but intuitive full-screen mode provides quick access to EXIF information, thumbnail browser and major functionalities via hidden toolbars that pop up when your mouse touches the four edges of the screen. Other features include a high quality magnifier and a musical slideshow with 150+ transitional effects, as well as lossless JPEG transitions, drop shadow effects, image annotation, scanner support, histogram and much more.

Juga tersedia manualnya.

ada juga
FastStone Photo Resizer 2.5 sebagai image converter/resizer atau FastStone MaxView 2.1.

Aku belum coba semua sih secara mendalam, tapi udah aku download dan kayaknya bagus untuk direferensikan disini.

Semoga bermanfaat.


NoteSilahkan isi Buku Tamu, tak perlu ngisi angpaw
   
twinkyblinky wrote on Sep 19, '11
braenclothing wrote on Apr 15, '11
hallo salam kenal dan mumpang promosi diri
taxlearning wrote on Jan 26, '09
Quote: "A Rahman said...

Terima kasih pak blog nya sangat berguna. Mohon ijin untuk mencamtumkan link blog ini di blog saya http://arman2006.multiply.com
January 26, 2009 2:13 PM "

Silakan jika ingin meletakkan link blog: http://syafrianto.blogspot.com dalam situs Pak A Rahman. Semoga blog ini dapat berguna bagi semua pihak. Terima kasih.

Anto
voltohm wrote on Jan 17, '09
kan caranya dimasukkan ke dalam jendela css, aku tahu di css mas cuma ada div.contentwrapper div.bodywrap dan SCROLL BUKUTAMU
untuk membuat situs yang sesuai dengan keinginan kita,kita harus mengisi semua sub sub bagian beserta elementnya seperti body, rail,footer dan lain lain...... jika mau lebih jelas lagi silahkan tanya jika saya mampu....... terima kasih atas perhatiannya...
arman2006 wrote on Jan 17, '09
Gmn caranya membuat css utk Multiply? kok saya blm berhasil
mempraktekkan CSS dari Mas..
arman2006 wrote on Jan 17, '09
voltohm said
mampir balik....
Terima kasih mas
arman2006 wrote on Jan 17, '09
Thanks. Ini blog ku jarang ku update krn sibuk... Tp aku terus berusaha menyajikan yg terbaik
dyandragallery wrote on Jan 17, '09
makasih ya dah mampir.....;-D
voltohm wrote on Jan 11, '09
mampir balik....